40 Musisi Jalanan Ikuti Lokakarya Peningkatan Kompetensi dari Kemendikbud

40 Musisi Jalanan Ikuti Lokakarya Peningkatan Kompetensi dari Kemendikbud

40 Musisi Jalanan Ikuti Lokakarya Peningkatan Kompetensi dari Kemendikbud

Kemendikbud — Sebanyak 40 musisi jalanan menjadi peserta workshop atau lokakarya

peningkatan kompetensi yang diselenggarakan Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ke-40 musisi jalanan itu merupakan hasil audisi dari total 120 pelamar yang diseleksi untuk mengikuti lokakarya di Kemendikbud dalam rangka Pentas Ekspresi Seniman Jalanan. Musisi Gilang Ramadhan turut hadir sebagai mentor dalam sesi berbagi inspirasi dan motivasi.

Lokakarya peningkatan kompetensi untuk musisi jalanan berlangsung selama satu hari, yakni Selasa (30/5/2017) di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta. Direktur Kesenian Restu Gunawan mengatakan, setelah mengikuti lokakarya, para musisi jalanan akan tampil di sebuah acara bertajuk “Pentas Ekspresi Seniman Jalanan”. Dalam acara tersebut, Kemendikbud akan mengundang para pengelola mal, kafe, dan restoran agar mereka bisa melihat kompetensi bermusik para musisi jalanan. Diharapkan, para musisi jalanan bisa mendapatkan tempat untuk bermusik di berbagai mal, kafe, atau restoran.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid.

Hilmar menuturkan, musik termasuk salah satu bidang seni yang kurang mendapat perhatian, termasuk perhatian untuk musisinya. Dengan adanya lokakarya dan Pentas Ekspresi Seniman Jalanan, Hilmar berharap Kemendikbud bisa menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengangkat karya musik para musisi jalanan.

“Teman-teman musisi jalanan seringkali mengalami susahnya main di suatu tempat dilarang Satpol PP atau preman. Saya berharap dengan adanya workshop ini dan pentas ekspresi nanti, kehadiran senimn jalanan bisa diapresiasi oleh masyarakat,” tutur Hilmar di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/5/2017).

Lokakarya peningkatan kompetensi untuk musisi jalanan diselenggarakan Kemendikbud bekerja sama dengan Institut Musisi Jalanan (IMJ). IMJ adalah sebuah wadah bermusik bagi musisi jalanan di Kota Depok, Jawa Barat. Organisasi ini menjadi ajang pembuktian bahwa musisi jalanan juga dapat berkarya selayaknya musisi profesional apabila dibina dengan cara-cara yang elegan dan profesional.

Dalam lokakarya tersebut, musisi Gilang Ramadhan hadir sebagai pementor

atau narasumber untuk sesi berbagi inspirasi dan motivasi. Tidak hanya itu, Gilang juga memperlihatkan kebolehannya memainkan drum di hadapan para musisi jalanan. Ia pun berkolaborasi dengan tiga musisi jalanan peserta lokakarya yang memainkan berbagai alat musik pukul. Permainan mereka berlangsung sekitar empat menit.

Gilang mengatakan, ia sangat senang bisa berkontribusi dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada musisi jalanan. Ia juga berharap, musisi ternama lainnya juga bersedia menjadi narasumber untuk berbagi ilmu, pengalaman, maupun berbagi tips dalam bermusik. Gilang pun memberikan motivasi kepada peserta lokakarya. Ia menuturkan, musisi jalanan tidak boleh putus asa. Menurutnya, musisi jalanan ataupun musisi kafe dan musisi ternama pada dasarnya sama. “Sama-sama ingin bermain musik,” katanya. (Desliana Maulipaksi)

 

Sumber :

https://sel.co.id/