Candi Borobudur, Mendut dan Pawon

Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon

Candi Borobudur, Mendut dan Pawon

Menurut Prijohutomo (1953: 80) menyimpulkan

“Ketiga candi ini mempunyai hubungan satu sama lainnya dan terletak pada suatu garis yang lurus. Mendut dan Pawon merupakan voontempels Candi Borobudur”. Candi Pawon berada pada 1,5 km ke arah barat dari Candi Mendut dan ke arah timur dari Candi Borobudur, Candi Pawon juga merupakan sebuah candi Budha. Relief yang ada pada candi di Pawon merupakan permulaan dari relief dari Candi Borobudur.

Candi ini berada di atas teras dan tangga yang agak lebar. Semua bagian-bagiannya dihiasi dengan stupa. “menurut Dr. de Casparis tadinya terdapat arca Bodhisatwa Wajrapani, sedangkan menurut seorang sarjana lain terdapat Kuwera, Dewa Kekayaan” (Prijohutomo, 1953: 80).

Candi Mendut merupakan sebuah candi berlatar belakang agama Buddha sama dengan candi yang sebelumnya. Candi ini terletak di desa Mendut, kecamatan Mungkid, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, beberapa kilometer dari candi Borobudur. Candi Mendut terletak 3 km ke arah timur dari Candi Borobudur, berdiri pada tahun 824 Masehi oleh Raja Indera dari wangsa Syailendra. Menurut Prijohutomo (1953: 80) menyimpulkan “Di Mendut terdapat  arca Cakyamuni yaitu Buddha sendiri yang diapit kedua Bodhisatwanya Awolokitecwara dan Wajrapani.

Ketiga arca ini termasuk hasil yang terindah dari kesenian Sailendra

Disini nampak wajah dan tubuh yang diidealiseer cantiknya dan proporsinya, yaitu perbandingan ukuran badan dapat dikatakan sempurna. Suatu tandingan bagi arca Buddha ini terdapat di Candi Banon, ialah arca Siwa, Wishnu, Brahma, dan Siwauru”.

Pada saat akan memasuki bilik depan, tetapi sebelum masuk ke dalam bilik dalam, Menurut Prijohutomo (1953: 81) menyimpulkan “dinding kiri terpahat sebagai relief Haritini seorang Dewi dengan anak-anaknya sebagai pelambang kesuburan dan di sebelah kanan suaminya, Dewa Kekayaan. Kini kedua wujud yan menunjukkan ke arah kesuburan itu masih dikenal orang di Bali dengan nama pan danMen Brajut”.

Candi Borobudur adalah candi yang sangat terkenal di dunia. Candi Borobudur merupakan kompleks candi terbesar yang ada di Dunia. Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang terletak diBorobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi Borobudur terdapat 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra.

Pada candi ini kaya akan seni arca dan pahat

“Bila di Menduk Sakyamuni itu nampak, maka di Candi Borobudur kehidupan Buddha ini dipahatkan dalam bentuk cerita yang bernama Lalitawistar. Tetapi yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur tersebut bukan saja mengenai kehidupan Buddha dalam penjelmaannya yang historis, tetapi juga dalam penjelmaan sebelumnya sebagai manusia atau hewan, cerita demikian biasa dinamakan Jataka dan Awadana, termasuk juga Jatakamala” (Prijohutomo, 1953: 81).

Candi Borobudur merupakan gambaran dari alam semesta. Menurut Prijohutomo (1953: 81) menyimpulkan “Borobudur dapat dianggap sebagai mahkota di atas pekerjaan Dinasti Sailendra, karena stupa ini bukan hanya indah karena relief-reliefnya yang kalau disambungkan ada beberapa kilometer panjangnya, tetapi juga karena banyaknya pahatan arca Buddha, dalam sikap duduk”. Di dalam Candi Borobudur itu sendiri tidak ada satupun Buddha sendiri yang nampak sebagai arca, melainkan hanya di dalam Lalitawistara saja, sedangkan arca-arca yang lain seperti Dhyanibuddha dan Manusibuddha nampak, dan semua arca itu dibagi menurut sistemnya.

Candi Borobudur memiliki suatu sistem yang membaginya, sistem tersebut yaitu. Pertama, Kamadatu menurut Prijohutomo (1953: 82) menyimpulkan “Kamadhatu, yang terdapat di  bagian yang paling bawah yang terbawah yang kini tertutup oleh dinding sehingga relief-reliefnya tidak nampak Terdapat lukisan-lukisan pahat tentang cerita-cerita mengenai hubungan antara sebab dan akibat. Rangkaian ini namanya Kharmawibhanga. Misalnya kalau orang membunuh hewan, ia sendiri akan dilahirkan sebagai hewan di dalam penghidupan yang akan datang. Nampak juga adegan-adegan di neraka, orang jahat direbus di dalam sebuah panci. Disini orang masih terikat pada kama (nafsu)”. Karena dari pembahasan di atas lah mengapa bagian tersebut dinamakan Kamadhatu.

Bagian selanjutnya adalah merupakan bagian di atasnya yaituRupadhatu, di bagian ini terdapat cerita dari Buddha dan Bodhisattwanya. Misalanya adalah cerita Jatakamala, Lalitawistara, dan Gadawyuha. Dimana di situ masih terikat dalam Rupa (Bentuk).

Bagian yang terpenting dan tersuci dari Candi Borobudur adalah bagian Arupadatu, pada bagian ini terdapat arca Buddha yang terkurung, sedangkan bagian lainnya juga Buddha nampak ada dalam relung. Menurut Prijohutomo (1953: 82) menyimpulkan “disitu orang tak lagi terikat kepada rupa (bentuk), orang telah bebas dari keinginan duniawi dan sedia masuk ke Nirwana”. Candi Borobudur merupakan candi yang dimana isi atau makna di dalamnya menceritakan tentang kehidupan duniawi.

 

Sumber : https://ngelag.com/