Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen yaitu berbagai elemen dasar yang ada dan berada pada proses manajemen yang menjadi sebuah patokan bagi manajer untuk melaksanakan tugasnya. Seperti yang dikutip di dalam buku “The Professional Management” karya Louis A. Alen, bahwa fungsi manajemen sebagai berikut:

  1. Memimpin (Leading)

    Tugas dari manajer adalah supaya orang lain dapat bertindak untuk kepentingan tujuan organisasi.

    Fungsi manajemen ini meliputi :

      1. 1) Mengambil keputusan (decision maker)
      1. 2) Melakukan komunikasi (communicating)
      1. 3) Memberikan motivasi (motivating)
      1. 4) Memilih orang-orang (selecting people)
      5) mengembangkan orang lain dengan melalui penilaian dari hasil kinerja, memberikan saran atau masukan, dan pemberian training atau latihan.
  2. Perencanaan (Planning)
    Salah satu fungsi manajemen adalah fungsi perencanaan atau planning. Fungsi perencanaan ialah kegiatan yang dilakukan guna membuat tujuan dari perusahaan dengan rencana-rencana untuk meraih tujuan. Perencanaan salah satu cara terbaik untuk mengejar serta membuat tujuan perusahaan dapat teraih, hal ini karena tanpa perencanaan berbagai fungsi manajemen tidak dapat berjalan.
  3. Tugas dari planning atau perencanaan antara lain :
      1. 1) Meramalkan untuk waktu mendatang.
      1. 2) Membuat sasaran dan target.
      1. 3) Membuat rencana dari urutan-urutan kegiatan yang dibutuhkan dalam pencapaian target.
      1. 4) Mengatur urutan-urutan waktu dalam pelaksanaan.
      1. 5) Menyusun rencana anggaran biaya.
      1. 6) Membuat SOP atau Standard Operating Procedure mengenai pelaksanaan pekerjaan.
      7) Menafsirkan dan menetapkan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
  4. Pengorganisasian (Organizing)

    Organizing atau pengorganisasian ialah membagi kegiatan-kegiatan besar menjadi kegiatan yang lebih kecil dengan membagi dalam tiap tugas supaya dapat dengan mudah meraih tujuan perusahaan.

    Kegiatan menghubungkan dan mengatur pekerjaan sehingga dapat dilaksanakan dengan lebih efisien dan efektif antara lain :

      1. 1) Desain struktur organisasi.
      1. 2) Menentukan job description dari tiap-tiap jabatan guna meraih sasaran organisasi.
      1. 3) Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab, menetapkan pertangungjawaban dari hasil yang dicapai.
      1. 4) Menetapkan hubungan yang dapat membedakan antara atasan dan staff.
      5) Mendeskripsikan berbagai hal yang dianggap lebih efektif sehubungan dengan adanya pemanfaatan sumber daya manusia untuk meraih tujuan perusahaan.
  5. Pengarahan (Directing)

    Pengarahan atau directing adalah tindakan yang berupaya supaya semua anggota kelompok dapat berusaha untuk meraih tujuan yang sesuai dengan perencanaan manajerial serta usaha. Proses implementasi program supaya dapat dilakukan oleh semua pihak dalam organisasi tersebut dan juga proses memotivasi supaya seluruh pihak dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan produktifitas yang tinggi dan penuh kesadaran.

    Fungsi pengarahan serta implementasi memiliki tugas sebagai berikut :

      1. 1) Menginflementasikan proses pembimbingan, kepemimpinan, serta pemberian motivasi untuk tenaga kerja.
      1. 2) Memberikan penjelasan dan tugas yang teratur tentang mengenai pekerjaan.
      3) Menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sebelumnya sudah ditetapkan.
  6. Mengawasi (Controlling)

    Proses pengawasan dan pengendalian dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan-kegiatan yang direncanakan, diterapkan, dan diorganisasikan dapat berjalan dengan lancar.

    Fungsi pengawasan memiliki tugas sebagai berikut :

      1. 1) Mengevaluasi sebuah keberhasilan dalam meraih tujuan serta target bisnis yang sesuai tolak ukur yang ditentukan.
      1. 2) Mengambil langkah-langkah klarifikasi serta koreksi dari keanehan yang kemungkinan dapat ditemukan.
      3) Membuat alternatif solusi-solusi pada saat terdapat masalah yang rumit terkait dengan terhalangnya pencapaian tujuan

Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/