IAIN Salatiga Susun Naskah Akademik Islam Indonesia

IAIN Salatiga Susun Naskah Akademik Islam Indonesia

IAIN Salatiga Susun Naskah Akademik Islam Indonesia

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menyusun naskah akademik

Islam Indonesia, Selasa (13/11/2018).

Selanjutnya naskah akademik tersebut akan digunakan sebagai acuan institusi dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penyusunan naskah akademik diawali dengan seminar nasional bertajuk Islam Indonesia: Epistemologi dan Implementasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Laras Asri Salatiga.

Rektor IAIN Salatiga Rahmat Hariyadi dalam sambutannya mengatakan

sejak beralih status dari Sekolah Tinggi Islam Negeri menjadi Institut Agama Islam Negeri telah memilih Islam Indonesia sebagai pembeda.
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

“Karena itu Islam Indonesia menjadi roh institusi,” ujar dia.

Rahmat mengatakan sejauh ini IAIN Salatiga telah mengembangkan budaya akademik yang merujuk pada Islam Indonesia.

“Misalnya interaksi dosen dan mahasiswa serta pengembangan sikap tawaduk…ke depan hal ini tidak hanya berbentuk konseptual tetapi lebih tangible (sesuatu yang terlihat- red) dan mencakup aspek behaviour (tingkah laku- red),” papar dia sebagaimana dikutip dalam rilia yang dikirimkan ke Joglosemarnews.
Baca Juga : Meriah, Peringatan HUT ke-74 RI di TK/SD Kristen Widya Wacana Warungmiri

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Salatiga,

Agus Waluyo mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan masukan akademik demi terwujudnya visi misi institusi.

“Kita mempunyai visi di tahun 2030 menjadi pusat rujukan studi Islam Indonesia bagi terwujudnya masyarakat damai dan bermartabat,” ungkap dia.

Agus menjelaskan visi tersebut perlu didiskusikan implementasinya dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan revolusi industri 4.0, MEA (Masyarakat Ekonomi Asia, red) dan era disrupsi. Ini menjadi tantangan kita bersama,” imbuhnya.

 

Sumber :

https://balad.org/sejarah-tari-barong-bali/