Luki Wiranda Duduki Peringkat Delapan Dunia

Luki Wiranda Duduki Peringkat Delapan Dunia

Luki Wiranda Duduki Peringkat Delapan Dunia

Satu lagi pelajar Kota Bogor torehkan prestasi di kancah internasional. Ya, Luki Wiranda siswa SMK Negeri 1

Kota Bogor, jurusan Multi Media, yang mewakili Indonesia dalam ajang World Skills Competition (WSC).

Secara mengejutkan Luki Wiranda berhasil meraih peringkat delapan tingkat dunia. Ia mengikuti lomba design grafis tingkat dunia, yang berlangsung di kota Kazan, Rusia, dari tanggal 22 hingga 29 Agustus 2019. Sebelum berangkat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Luky mendatangi SMK Negeri 1 Kota Bogor, dan diterima oleh Kepala Sekolah serta jajaran para pengajar.

Kedatangannya disambut histeris rekan rekan kelasnya. Kepada masyarakat Kota Bogor Luky

mengucapkan terima kasih atas doa dan restunya, sehingga ia berhasil membawa prestasi yang sangat membanggakan “Terima kasih kepada Kepala SMK Negeri 1 Kota Bogor, para guru pembimbing serta adik adik kelas saya yang terus memberikan dukungan dan motivasi kepada saya, sehingga saya dapat berhasil meraih peringkat delapan dalam ajang WSC ini,” tuturnya.

“Alhamdulillah berkart dorongan samangat dari orang tua, saya bertekad untuk menorehkan prestasi di tingkat dunia, walaupun saya hanya berada di peringkat ke delapan, tetapi itulah prestasi terbaik saya yang dapat saya persembahkan untuk bangsa Indonesia,” sambungnya.

Sementara itu, wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Nani Maryani menjelaskan, Luky diterima oleh kepala SMK Negeri 1

Kota Bogor, dalam penyambutannya pada upacara bendera. “Setelah itu Luky langsung berangkat menuju ke Kementerian di Jakarrta, karena Luky harus melaporkan diri atas prestasi yang telah dicapainya kepada pak Menteri” kata Nani.

Selain laporan kepada Kemendikbud, Luky juga harus menyelesaikan kegiatan lain diantaranya penyerahan perlengkapan yang digunakan Luky, berupa laptop canggih yang kemarin digunakan Luky selama ikut lomba. “Laptop itu kini menjadi milik SMK Negeri 1 Kota Bogor, selain itu yang sangat membanggakan, Luky juga langsung diterima kuliah di Universitas Bina Nusantara, melalui beasiswa,” kata Nani.

Nani juga menegaskan, seharusnya Luky diterima kuliah di ITB, namun karena waktunya bertepatan dengan keberangkatannya ke Rusia, sehingga masuk ITB di tunda. “Alhamdulillah dari pihak Universitas Bina Nusantara justru memberikan kesempatan kepada Luky untuk kuliah di Bina Nusantara melalui Beasiswa,” paparnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/GNMP52P