Malware Diprediksi Ancam Mobile

Malware Diprediksi Ancam Mobile

Malware Diprediksi Ancam Mobile

TANPA kita sadari dunia teknologi mengalami berbagai serangan malware. Tercatat ada 2 juta serangan dalam satu tahun dan mengalami peningkatan 50% dari 2015-2017. Tahun ini pun serangan dipastikan terjadi.

Bila selama ini trennya menyerang perangkat komputer, tahun ini diprediksi menyerang perangkat bergerak atau mobile. “Diperkirakan akan mengalami peningkatan 100% dari tahun lalu. Lebih ke boom ransome melalui mobile,” ujar Ivan Goh, CEO dan Cofounder Avnos di Jakarta, Rabu (21/3).

Kemungkinan serangan itu juga diakui direktur eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi. Serangan akan rentan bagi pengguna mobile payment gateway. Pengguna sebaiknya memproteksi diri agar tidak terjadi pencurian. Apalagi, beberapa dompet digital menggunakan data KPT sehingga berpotensi tinggi pencurian.

Salah satu cara tidak mengisi dompet tersebut dalam jumlah besar. Juga gunakan double layer autentification.

Melihat kondisi itu, Avnos yang bernaung dalam PT Avnos Global Indonesia tengah

menyiapkan layanan keamanan perangkat mobile. Kajian itu sedang diteliti di pusat research dan development (R&D) Avnos bernama Kahu Lab yang ada di Jakarta. Sampai saat ini serangan baru ke komputer semua bisa ditanggulangi dengan program Avnos bernama EX.

“Sekarang program yang ada masih terbatas untuk komputer saja. Klien kami institusi, bukan perorangan. Untuk ke depannya, kami akan membuat program untuk perangkat mobile,” ujar Ivan.

Berbeda dengan perangkat antivirus yang beredar, Avnos lebih menekankan monitoring sistem network di end point.

EX mampu mengawasi penggunaan aplikasi di perangkat, real time

anti-ransomeware, dan memproteksi aplikasi. Mereka pun mampu mendeteksi kerentanan dari sistem, selain konektivitas semua komputer sehingga bila ada komputer yang dicuri Avnos mampu mendeteksinya bila dinyalakan dan mematikan semua sistem komputer tersebut dengan jarak jauh.

“Kami sangat bangga memiliki tim riset dan pengembangan

Kami tidak memiliki tim technical support, tapi seluruh teknisi kami tergabung dalam tim research and development,” ujar Ivan.

 

Baca Juga :