‘Menjadi Guru Adalah Cita-citaku’

‘Menjadi Guru Adalah Cita-citaku’

‘Menjadi Guru Adalah Cita-citaku’

Komaryatin, wanita paruh baya asal Jawa Tengah yang sudah menetap bertahun-tahun

di Kabupaten Siak, Riau, yang juga mantan kepala Sekola Menengah Umum (SMU) di Dayun Siak kembali meluncurkan buku.

Buku berjudul “Tetap Kaya dan bahagia di usia senja” adalah hasil karya ke-5 dari Komaryatin, S.Pd.

Baca Juga: Komaryatin Ajak Pensiunan Bahagia dan Kaya di Usia Senja

Buku kelima Komaryatin sedikit berbeda dengan buku-buku cetakan sebelumnya

yang ia tulis. Kali ini Komaryatin tak lagi menulis kegalauan hatinya, tapi lebih memberi motivasi ke pembacanya.

Di Sub Judul ‘Menjadi Guru Adalah Cita-citaku’, Komaryatin menceritakan kisah sebelumnya yang ia tulis yakni, Angan-angan seorang bocah untuk meraih sukses. Dimana bocah itu adalah dirinya yang memang berkeinginan menjadi seorang yang sukses sebagai tenaga pengajar.

Bahkan cita-cita menjadi guru, sudah ia impikan sejak tahun 1978 nan. Lalu tercapaikah cita-cita Komaryatin itu?

Sekian puluh tahun yang lalu, dilihat dari gaji atau kesejahteraan, Guru tidak termasuk profesi

menjanjikan, kalau ada anak tamatan SMP Negeri yang termasuk favorit, kemudian melanjutkan ke SPG atau sekolah pendidikan Guru, maka anak tersebut dijuluki Caguplo, singkatan dari calon guru pelosok.

“Profesi guru terutama guru SD mulai menarik ketika sekitar pertemgahan tahun 1978 an. Pada waktu itu tamatan SPG langsung diangkat menjadi CPNS dan mengajar di SD, yang sangat popular dengan nama SD inpress,”.

Baca Juga: Angan-angan Komaryatin yang Ingin Sukses

Saat itu, Guru tidak lagi indetik profesi orang kampung, dengan penampilan dan wajah seperti layaknya orang kampung, juga dengan nama khas orang kampung.

“Namun demikian walaupun menjadi guru SD sangat mudah, saya pribadi tidak ingin menjadi guru SD, dengan pertimbangan karakter saya yang kurang telaten menghadapi anak kecil, juga menurut pemikiran saya, anak SD belum bisa diajak berkomunikasi. Jadi cita-cita saya ingin menjadi guru SMA”.

Untuk itu, selasai mengenyam pendidikan SMA, Komaryatin melanjutkan kuliah di IKPI dan meminta izin ke sang ibu, jika dirinya ingin menjadi guru, iapun berjanji akan mengikuti seleksi kepala sekolah. Dan jika sudah diangkat menjadi kepala sekolah ia bercita-cita membeli mobil untuk menjemput dan membawa jalan-jalan kedua orang tua keluar kota.

“Ucapan saya ini menyebabkan keluarga saya, terutama kakak saya tertawa, dianggapnya saya asal bicara, terlalu ambisius, dan menganggap saya terlalu mudah memandang suatu persoalan. Tetapi semakin ditertawakan, semakin kuat keinginan untuk membuktikan, bahwa saya bisa meraih cita-cita itu”.

 

Sumber :

https://gumroad.com/l/GoogleWebmasterTools