Realm yang kita miliki dibentuk oleh Sains

Realm yang kita miliki dibentuk oleh Sains

Realm yang kita miliki dibentuk oleh Sains

Realm yang kita miliki dibentuk oleh Sains (Dasar)

Sejarah sains modern hari ini berakar dari sebuah proses panjang yang berlangsung di Eropa selama lebih dari 8 abad, dari abad ke 11 hingga awal abad ke-20. Secara umum, proses tersebut dapat dibagi menjadi lima fase utama.
Fase pertama adalah periode pra-renaisans. Ia berlangsung sekitar abad ke-11 hingga abad ke-13. Babak ini merupakan titip balik peradapan Eropa dari masa kegelapan. Ada dua kesadaran besar yang tumbuh pada periode ini. Titik pertama adalah kesadaran akan pentingnya penggalian kembali tradisi yang berkembang di Yunani, Arab dan Romawi. Ia dikenal sebagai proses revitalisasi kebudayaan Eropa. Upaya terlihat dengan kebangkitan kembali (revival) sastra, puisi, drama, bahasa hingga asas hukum Yunani dan Romawi kuno [13]. Titik kedua adalah kesadaran akan pentingnya restrukturisasi institusi pendidikan dalam upaya untuk melakukan transformasi dalam masyarakat. Semangat ini terlihat dengan munculnya banyak universitas di Eropa pada periode tersebut, seperti University of Bologna, University of Paris, University of Oxford, University of Cambridge, University of Salamanca dan lain sebagainya.

Titik puncak dari proses revitalisasi tersebut terjadi pada abad ke-14 sampai dengan abad ke-17. Fase kedua kebangkitan Eropa ini disebut renaisans. Ia adalah sebuah masa peralihan dari abad kegelapan ke abad modern yang ditandai dengan perhatian kembali kepada kesusastraan klasik, berkembangnya kesenian dan kesusastraan baru, serta mulai dibangunnya dasar-dasar ilmu pengetahuan modern [14]. Kebangkitan seni menjadi corak utama yang mewarnai periode tersebut. Pada fase ini, mereka tidak hanya berupaya untuk menggali nilai-nilai yang tersimpan dalam peradaban Yunani, Arab dan Romawi namun menumbuhkan sesuatu hal yang baru. Para pelukis dan pematung meningkatkan representasi realitas dengan menggunakan konsep perspektif dan teknik baru, seperti manipulasi intensitas warna, kontras dan lain sebagainya. Periode ini melahirkan sejumlah nama besar, seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo Buonarroti, Raffaello Santi dan lain sebagainya.

Renaisans mengubah cara pandang. Ia menimbulkan hasrat untuk berlayar menjelajahi dunia serta memberikan inspirasi bagi kaum intelektual dalam menjelaskan fenomena alam. Seni dan ilmu pengetahuan bercampur pada masa renaisans. Seniman, seperti Leonardo da Vinci, melakukan observasi dalam upaya untuk menggambarkan alam. Mereka tidak lagi terjebak pada upaya untuk menghasilkan sebuah penemuan spesifik, melainkan mulai menyadari akan pentingnya proses dalam penemuan tersebut, yaitu metode saintik. Ledakan dari proses akumulasi tersebut terjadi pada tahun 1543. Lahir dua karya besar, yaitu “De Revolutionibus Orbium Coelestium” oleh Nicolaus Copernicus dan “De Humani Corporis Fabrica” oleh Andreas Vesalius. Peristiwa ini menandai lahirnya era baru dalam ilmu pengetahuan, sebuah paradigma yang memberikan kesadaran akan pentingnya fakta empiris dan matematika dalam upaya untuk menjelaskan fenomena alam. Semangat inilah yang menginspirasi terjadinya transformasi saintifik melalui sentuhan Galileo Galilei, Christian Huygens, Johannes Kepler, Blaise Pascal, dan Isaac Newton di abad ke-17. Transformasi yang berlangsung dari abad ke-16 hingga abad ke-17 merupakan fase ketiga dalam kebangkitan Eropa, yaitu revolusi sains atau revolusi Copernican.

Revolusi Copernican tidak hanya mengubah cara pandang manusia terhadap alam, tetapi juga perspektif dalam memandang institusi. Keteguhan Copernicus terhadap sains dan perlawanannya terkadap dogma umum yang berlaku ketika itu telah menginspirasi lahirnya sebuah gelombang pemikiran politik pada abad ke-17 hingga abad ke-18. John Locke membangun teori kepemilikan yang disandarkan pada kebebasan individu. John Trenchard memperkenalkan prinsip “kebebasan untuk berpikir” dan “kebebasan untuk berpendapat”. Charles de Montesquieu mengemukakan konsep trias politika. Adam Smith meletakkan dasar-dasar doktrin ekonomi pasar bebas dan kompetisi. Demikian juga dengan Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, Voltaire, Thomas Jefferson dan sejumlah intelektual besar lainnya. Mereka meyakini bahwa individu adalah basis dari hukum dan masyarakat. Pemikiran ini mendorong terjadinya transformasi politik di Eropa dan Amerika Serikat pada abad ke-18, seperti revolusi 1688 di Inggris, revolusi Amerika tahun 1776 dan revolusi Perancis tahun 1789. Restrukturisasi sistem politik dan kebijakan publik yang dilatarbelakangi prinsip kebebasan dalam sains tersebut merupakan fase keempat kebangkitan barat.

Sumber : https://fascinasiansblog.com/