Sosok Rina Muharrami di Mata Temannya

Sosok Rina Muharrami di Mata Temannya

Sosok Rina Muharrami di Mata Temannya

BANDA ACEH – Kisah haru seorang ayah menggantikan wisuda putrinya viral di media sosial. Momen itu terjadi saat mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjalani wisuda hari kedua, Rabu (27/2/2019) lalu.

Wisudawati itu adalah Rina Muharrami. Ia merupakan mahasiswi pada Prodi

Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Ia meninggal 13 hari setelah menjalani sidang skripsi sarjana di jurusan tersebut.

Karena sudah menyelesaikan seluruh beban study, Rina dimasukkan dalam daftar calon wisudawan. Namun, takdir berkata lain, Rina lebih dulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Ijazah Rina kemudian diambil oleh ayahnya, Bukhari dalam prosesi wisuda UIN Ar-Raniry pada 27 Februari 2019 di Auditorium Aly Hasjmy, kampus setempat.

Khairan Navira, teman almarhumah semasa hidup mengatakan, Rina terkenal sebagai sosok yang pintar saat kuliah. Selain terampil dalam ilmu yang ditekuninya, almarhumah juga bisa menguasai bahasa Jepang dan Inggris.

“Dia wanita yang luar biasa, walau dari keluarga sederhana tapi dia punya cita-cita

yang besar, dia wanita yang pintar, pandai berbahasa Jepang, Inggris, dia baik dan muslimah, tidak pernah ketinggalan salat sunnah,” kata Khairan kepada Klikkabar.com, Jumat (1/3/2019).

Khairan merupakan salah satu teman se-angkatan Rina di Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Ia juga menjadi salah satu wisudawati yang dilaksanakan pada Rabu (27/2/2019) kemarin.

Menurut Khairan, semasa hidup almarhumah merupakan sosok yang sangat sayang pada orang tuanya, bahkan ia mau melakukan segala sesuatu demi kedua orang tuanya.

“Karena dia suka kali berbahasa Jepang, dalam waktu senggang, dia manfaatkan waktu itu untuk belajar atau menghafal bahasa Jepang, sampai dia ditawarkan untuk menjadi guru Bahasa Jepang, tapi tak diizinkan orang tuanya karena takut terbengkalai kuliahnya,” ujar Khairan.

“Almarhumah rendah hati dan cuek, cuek artinya dia tidak mau ikut campur mengurusi urusan orang lain

,” tambah Khairan.

Untuk diketahui, pada wisuda semester ganjil tahun 2018/2019 ini, UIN Ar-Raniry menggelar tiga hari wisuda secara berturut-turut, yakni 26, 27, dan 28 Februari 2019.

Pada wisuda terkahir, 28 Februari 2019 kemarin, Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Warul Walidin juga ikut mengajak para wisudawan, orang tua, dan tamu undangan lainnya untuk mendoakan almarhumah.

 

Baca Juga :