Waspada saat Keluarga Mencandui Layar!

Waspada saat Keluarga Mencandui Layar!

Waspada saat Keluarga Mencandui Layar!

DI hamparan karpet hijau serupa rumput, Tascha Liudmila duduk dengan buku di pangkuannya, Selasa (16/2). Lima anak yang duduk di hadapannya mulanya tidak terlalu antusias pada apa yang dibaca perempuan yang sehari-hari menjadi pembaca berita di televisi itu. Ketika mereka mulai dilibatkan dalam ceritanya, barulah antusias. “Aku suka nonton televisi. Biasanya di Sabtu dan Minggu,” ujar seorang bocah lelaki dengan semangat.

Buku yang diceritakan Tascha itu tak lain berjudul Screen Time yang ditulisnya sendiri. Hari itu di Rumah Baca Reading Is Fun, Kebayoran Baru, Jakarta, bukunya resmi diluncurkan. Tujuan pembuatan buku dengan ilustrasi yang didesain Inez Tiara itu ialah ia merasa khawatir dengan budaya masyarakat Indonesia yang suka berlama-lama di depan layar gawai, terutama kaum urban.

Bukalah mata ketika bepergian ke pusat perbelanjaan.

Mudah kita temukan keluarga yang duduk bersama di restoran, tapi semuanya sibuk dengan layar ponsel. Itu yang dimaksudnya screen time, yakni banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menatap layar gawai dan teknologi.

Tidak hanya di tempat publik, ketika di rumah, gejala itu acap terjadi. Dalam bukunya, Tascha mengisahkan keluarga kecil yang terdiri atas ayah, ibu, dan dua anak. Keluarga itu sarapan sambil menonton televisi.

Bahkan, ketika sang ibu menyuruh anaknya segera menyelesaikan

sarapan supaya tidak terlambat ke sekolah, mata anaknya tidak pernah lepas dari layar ponsel.

“Nyatanya kenapa kita kesulitan menarik gawai dari mereka, ya karena kita (orangtua) juga seperti itu. Makanya <i>screen time<p> juga berlaku untuk orang dewasa,” simpulnya.

Tascha menceritakan buku itu sempat dibacakan di sekolah anaknya.

Ketika ia bertanya kepada murid dalam kelas soal screen time, muncul pengakuan yang memilukan hati, yaitu anak-anak merasa orangtua mereka lebih mementingkan ponsel ketimbang memperhatikan anak.

“Mama selalu bilang nanti dulu karena harus balas e-mail, tapi jadinya mama balas e-mail terus,” ujarnya menirukan pengakuan yang didapatnya.

 

sumber :

https://ppidkabbekasi.id/pengertian-kalimat/